Saya
melakukan sebuah wawancara kecil dengan salah satu karyawan di UNJ. Saat itu
tanggal 7 May 2015 kondisi hari sudah malam sehingga saya jadi agak kesusahan
mencari seorang narasumber untuk dimintai tanya dan setelah saya berkeliling
UNJ untuk mencari karyawan untuk narasumber akhirnya setelah sekian lama mencari
saya melihat 2 orang karyawan di pintu parkir dan sudah tertebak apa pekerjaan
orang itu didalam benak saya “ Pasti dia Petugas Parkir dan salah satu karyawan
UNJ karena mereka memakai baju karyawan ” Saya langsung menghampiri orang itu,
dari jauh tidak begitu terlihat bagaimana rupa mereka tetapi begitu mendekat
saya bisa melihat 2 orang. Orang pertama adalah seorang yang sudah terlihat
cukup tua saya menebak umurnya sekitar 30 tahun dan seorang yang masih terlihat
muda yang saya perkirakan umurnya sekitar 25 tahun. Mula mula saya bertanya
kepada karyawan yang terlihat lebih tua saya fikir dia mau diajak bekerja sama
karena sepertinya dia sudah lama bekerja di UNJ tetapi walaupun saya bilang hal
ini adalah untuk penugasan tetapi beliau masih tidak mau untuk diajak melakukan
interview dan beliau malah merekomendasikan orang yang terlihat lebih muda dan
karena hari sudah sangat larut malam dan sangat sulit untuk mencari karyawan
yang masih ada di area sekitar kampus maka kami menyetujui usul dari bapak yang
terlihat lebih tua itu. “ Saya tidak perlu membuang waktu lagi dan langsung
saja bertanya kepada bapak ini ” pikir dalam hati saya. Sebagai permulaan saya
bertanya nama dari bapak yang terlihat lebih muda itu tentang identitas diri,
tentunya pertama saya bertanya nama. Namanya adalah Bapak Billy dan saat ini dia masih berumur berumur
22 tahun ternyata lebih muda dari perkiraan saya yang 25 tahun itu. Alamat rumah
beliau ada di daerah sekitar Percetakan
negara. Pekerjaan Beliau saat ini adalah seorang penjaga kasir parkir niaga di
UNJ beliau ternyata telah cukup lama bekerja sebagai Penjaga parkir Niaga Di
UNJ yaitu sekitar 1 tahun 4 bulan. Saya
bertanya pendapatnya mengenai UNJ selama dia bekerja. Awalnya dia bingung
begitu ditanya mengenai UNJ akhirnya saya permudah dengan memberi pertanyaan di
ruang lingkup pekerjaannya saja yaitu pendapat dia mengenai UNJ selama dia
bekerja sebagai karyawan di UNJ dan Menurut beliau di UNJ ada banyak sekali hal yang menyenangkan
tetapi juga banyak hal yang menyusahkannya sebagai salah satu karyawan dia
memberi contoh bahwa selama dia bekerja dia mengeluhkan tentang masalah parkir
dan juga jam pulang mahasiswa yang biasanya berbarengan sehingga terkadang
mahasiswa banyak yang tidak sabar sehingga sulit untuk diatur. Begitu mendengar
keluhan tentang ini sebenarnya Saya juga merasakan sendiri keluhan dari bapak Billy.
biasanya sekitar pukul 5 sore banyak sekali mahasiswa yang memakai kendaraaan
khususnya motor tidak sabar untuk keluar bahkan bukan hanya tidak sabar untuk
keluar, raut wajah mereka juga menunjukan bahwa mereka tidak suka menunggu
terlalu lama. Kita anggap jika seorang harus menyerahkan tiket dan uang yang
biasanya tidak pas karena tarif parkir di UNJ adalah Rp.1.500 biasanya
mahasiswa menggunakan uang Rp.2.000 berarti jauh lebih memakan waktu sekitar
1-3 detik untuk memberi uang kembaliandan beberapa mahasiswa tidak suka berlama
lama walaupun ditegaskan bahwa tidak semua mahasiswa seperti itu. Ini adalah
masalah yang menarik karena memang benar beberapa mahasiswa tidak sabar dan seharusnya sebagai sesama manusia kita
harus saling menghargai orang yang ingin keluar dan juga jangan bersikap egois
kalau disuruh memilih karyawan juga tidak mau bekerja dibawah tekanan seperti
itu jika kalau bukan untuk bertahan hidup kita sebagai sesama manusia setidaknya ringankanlah beban mereka itu
pikir saya. Dan jika menyangkut
masalah isu yang ada di kampus sayang sekali Bapak Billy tidak tahu menahu isu
isu tentang masalah yang ada di kampus saat ini beliau menuturkan permohonan
maafnya. Akhirnya saya mengerti setelah mewawancarai Bapak Billy bahwa tidak
semua anggota masyarakat UNJ mengetahui isu isu tentang UNJ. Beberapa dari
mereka menganggap pekerjaan mereka lebih penting dan mereka sudah disibukan
dengan tuntutan pekerjaan mereka sebagai karyawan. Saya sebagai penulis juga
menuturkan maaf karena tidak mencari narasumber yang lebih baik lagi tetapi
walaupun beliau tidak mengetahui isu sekalipun keluh kesahnya sebagai salah
satu karyawan telah membuka mata saya untuk setidaknya meringankan tugas orang
lain.
PAM UNJ_Kelompok 6_Muhammad Haikal faturachman





